Kalau boleh bertanya sedikit tentang RUH???

Assalamu Alaikum wr wb

Terlanjur masuk ke kajian Yg menjurus ke dalam Jati diri...

Mohon maaf, dan ampun, istighfar hanya kpd Allah swt, jika kami terpeleset di jalan yg tidak Allah swt ridhai dalam mencari ilmu mengenali Jati diri....

Jadi antara Jasad, dan ruh ada jiwa yg mengantarainya
###jasad---jiwa--ruh.

Yg disiksa Kelak adalah Fisik dan jiwa kita, karena Ruh tidak merasakan Sakit, pedih, karena selamanya Ruh itu taat, tunduk, mendengar, melihat Hanya Satu ((Maha Esa Maha Kuasa Allah swt))

Ini satu pendapat..

Pendapat lain, Ruh ciptaanyg dimasukkan ke jasad, asalnya Muthlaq Dari Maha Kuasa Allah swt, namun ketika sudah berjasad, maka ia menjadi niscaya terpengaruh dengan bagaimana Manusia yg dipinjami Substansi ruh membawa ((menstir)) arah gerak gerik kehidupannya...

Ruh di sini, sudah manusiawi.... Mengikuti Kodrat kemanusiaan ((fitrahnya)) yg fujur atau yg taqwa... Jadi semuanya akan mengalami siksaan, jika salah2 kita bertanggung jawab atas Ruh ciptaan di badan kita...

Tabe luruskan kalau Salah bro.q...

Yg jelas perbedaan paham, terletak pada Variasi ((variabel)) tipikal Hidayah Allah swt yg telah kita biasakan dalam kesadaran Lahir dan bathin masing2.... Jadi kalau berdebat tdk ada akhirnya...

Cuman di sini, sy kira sgt perlu dipahami, di i'tiqadkan.....

Hal ini, Nabi saw sendiri dibatasi ileh Allah swt, memberitahukannya... Sesuai ayat

يسئلونك عن الروح قل الروح من أمر ربي...

###RUH ITU AMR' ((URUSAN))ALLAH SWT...

ومآ أوتيتم من العلم إلا قليلا.

###Manusia hanya diberi sedikit Karunia Ilmu Allah swt...

Karena Sudah thabiat ((naluri)) fitrah, kebiasaan umum manusia, Insya Allah banyak yg menyombongkan diri kalau diberi Ilmu yg berlebihan...

Di ayat lain tersebutkan petunjuk Allah swt:
سبح اسم ربك الذي خلق فسوي.
Sucikan Nama Tuhan Mu ((Muhammad saw)) Yaitu Tuhan yg menjadikan kamu lalu menyempurnakanmu...

والذي قدر فهدي.

Dialah Tuhan ((Allah swt)) yg Telah menentukan, menetapkan, mengatur, membatasi, menakar ((Segala ciptaanNya)) Dan Dialah yg memberikan petunjuk...

Kalau dipahami ayat ini, Maka menurut saya, kita dalam hal membincang Tuhan ((Allah swt)) pun harus mawas Diri, Jangan sampai tdk sadar diri, berbuat sesuatu yg keluar dari Konteks perintah Allah swt untuk selalu MensucikanNya dari segala macam tetek bengek Cara/siasat ((berkata, berfikir, merasa dst)) manusiawi kita.

Itulah Membincang ketuhanan kaitannya dg Hak prerogatifnya pada Ruh CiptaanNya dalam setiap nafs, Sepatutnya kita batasi...📛📛📛

Wallahu a'lam
Wassalam...

Komentar

Postingan Populer